• Home
  • About

Inspirasi Taubat

  • Article
  • Do'a dan Shalawat
  • Fatwa-fatwa Kontemporer
  • Fiqih
  • Hadist
  • Kisah Rasul
  • Sejarah Islam
  • Sirah Nabi Muhammad
  • Tokoh Islam
  • Wali Songo

ISLAM DI INDONESIA DAN POTENSINYA

June 13 2009No Commented

Categorized Under: Article

ISLAM DI INDONESIA DAN POTENSINYA
SEBAGAI SUMBER SUBSTANSIASI IDEOLOGI DAN ETOS NASIONAL

Oleh Nurcholish Madjid

Setiap bangsa mempunyai etos atau suasana kejiwaan yang
menjadi kerakteristik utama bangsa itu. Maka dengan sendirinya
juga Bangsa Indonesia. Etos itu kemudian dinyatakan dalam
berbagai bentuk perwujudkan seperti jati diri, kepribadian,
ideologi dan seterusnya. Perwujudannya dalam bentuk perumusan
formal yang sistematik menghasilkan ideologi, khususnya di
zaman modern ini. Berkenaan dengan bangsa kita, Pancasila
dapat dipandang sebagai perwujudan etos nasional kita dalam
bentuk perumusan formal itu, sehingga sudah sangat lazim dan
semestinya bahwa Pancasila disebut sebagai ideologi nasional.

Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-Prinsip Hukum dan Keadilan

June 13 2009No Commented

Categorized Under: Article, Fatwa-fatwa Kontemporer

Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-Prinsip Hukum dan Keadilan
Nurcholish Madjid
Ketua Yayasan Paramadina
A. Mukadimah
Untuk kesekian kalinya kita akan coba bahas hubungan agama dan politik dalam Islam. Ibaratkan menimba air Zamzam di Tanah Suci, pembicaraan tentang masalah ini tidak akan ada habis-habisnya. Pertama, disebabkan kekayaan sumber bahasan, sebagai buah limabelas abad sejarah akumulasi pengalaman Dunia Islam dalam membangun kebudayaan dan peradaban. Kedua, kompleksitas permasalahan, sehingga setiap pembahasan dengan sendirinya tergiring untuk memasuki satu atau beberapa pintu pendekatan yang terbatas. Pembahasan yang menyeluruh akan menuntut tidak saja kemampuan yang juga menyeluruh, tapi juga kesadaran untuk tidak membiarkan diri terjerembab ke dalam reduksionisme dan kecenderungan penyederhanaan persoalan. Ketiga, pembahasan tentang agama dan politik dalam Islam ini agaknya akan terus berkepanjangan, mengingat sifatnya yang mau-tak-mau melibatkan pandangan ideologis berbagai kelompok masyarakat, khususnya kalangan kaum Muslim sendiri.

Perang Salib

June 4 2009No Commented

Categorized Under: Sejarah Islam

Perang Salib
(1095- 1291)
Raja Inggris, Richard si Hati Singa, tengah menggigil demam di tendanya. Ambisinya untuk segera menghancurkan pasukan Islam harus ia tunda. Tentara harus ia istirahatkan. Kini ia menunggu kedatangan seorang tabib. Tabib itu ternyata adalah musuh besarnya, Salahuddin Al-Ayyubi, panglima besar pihak Islam yang dengan berani menyusup ke tenda lawan. Secara moral, Salahuddin telah memenangkan pertarungan.
Kisah tersebut sering dituturkan, dan menjadi salah satu cerita paling menarik dalam peristiwa Perang Salib. Peristiwa perang antar agama ini bermula dari sukses misi kecil militer Alp Arselan -pemimpin Seljuk yang menjadi panglima perang Daulat Abbasiyah. Sekitar 15.000 tentaranya berhasil mengalahkan pasukan gabungan Romawi, Perancis, Armenia, Ghuz, Akraj, Hajr dalam pertempuran di Manzikart 464 Hijriah (1071 Masehi).
Tentara Baghdad, sepeninggal Arselan, malah merebut Yerusalem pada 471 Hijriah atau sekitar 1078 Masehi. Sebelum itu, Yerusalem dikuasai oleh Kekhalifahan Fathimiyah -dinasti beraliran Syi’ah yang berpusat di Kairo – Mesir. Fathimiyah memberi keleluaasan bagi orang-orang Nasrani untuk berkunjung ke kota suci Yerusalem. Abbasiyah di Baghdad membuat ketentuan baru yang mempersulit kunjungan tersebut.
Pada 1095 Masehi, pemimpin tertinggi Katolik Paus Urbanus II menyeru seluruh masyarakat Kristen di Eropa agar melakukan Perang Suci. Seruan tersebut segera disambut oleh para raja. Musim semi 1095 Masehi -demikian tulis Badri Yatim di “Sejarah Peradaban Islam”-150 ribu pasukan, terutama dari Perancis dan Norman, bergerak ke Konstantinopel dan kemudian Yerusalem.

Kairo

June 4 2009No Commented

Categorized Under: Sejarah Islam

Kairo
(969-1517)
Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria.
Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam. Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula.
Mesir baru menjadi pusat kekuasaan -dan juga peradaban Muslim-baru pada akhir Abad 10. Muiz Lidinillah membelot dari kekuasaan Abbasiyah di Baghdad, untuk membangun kekhalifahan sendiri yang berpaham Syi’ah. Ia menamai kekhalifahan itu Fathimiah -dari nama putri Rasul yang menurunkan para pemimpin Syi’ah, Fatimah. Pada masa kekuasaannya (953-975), Muiz menugasi panglima perangnya, Jawhar al-Siqili, untuk membangun ibu kota .

Hakikat Haji Yang Mabrur Dan Balasanya

May 22 2009No Commented

Categorized Under: Article, Hadist

MUKADDIMAH
Haji adalah rukun Islam kelima dan tidak wajib dilaksanakan kecuali terhadap orang yang sudah memenuhi syaratnya, yaitu memiliki kemampuan (al-Istithaa-’ah) sebagaimana firman Allah Ta’ala: “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…” . (Q.S. ali ‘Imran/3: 97).
Berkaitan dengan ayat tersebut, terdapat beberapa poin: Pertama, berdasarkan ayat tersebut, para ulama secara ijma’ sepakat bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam.

APAKAH WANITA ITU JAHAT DALAM SEGALANYA?

May 20 2009No Commented

Categorized Under: Article, Fatwa-fatwa Kontemporer

APAKAH WANITA ITU JAHAT DALAM SEGALANYA?

Dr. Yusuf Al-Qardhawi

PERTANYAAN

Dalam buku Nahjul Balaghah karangan Amirul-Mukminin Ali bin
Abi Thalib r.a terdapat suatu keterangan:

“Wanita itu jahat dalam segalanya. Dan yang paling
jahat dari dirinya ialah kita tidak dapat terlepas
dari padanya.”

APAKAH MEMAKAI CADAR ITU BID’AH?

May 20 2009No Commented

Categorized Under: Fatwa-fatwa Kontemporer

APAKAH MEMAKAI CADAR ITU BID’AH?

Dr. Yusuf Qardhawi

PERTANYAAN

Telah terjadi polemik dalam beberapa surat kabar di
Kairo seputar masalah “cadar” yang dipakai sebagian
remaja muslimah, khususnya para mahasiswi. Hal itu
berawal dari keputusan Pengadilan Mesir yang menangani
tuntutan mahasiswi beberapa perguruan tinggi, yang
mengajukan tuntutan ke pengadilan karena merasa
teraniaya dengan keputusan sebagian dekan yang memaksa
mereka melepas cadar apabila masuk kampus.

APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA?

May 20 2009No Commented

Categorized Under: Article, Fatwa-fatwa Kontemporer

APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA?

Dr. Yusuf Qardhawi

PERTANYAAN

Bagaimana hukum wanita bekeria menurut syara’? Maksudnya:
bekerja di luar rumah seperti laki-laki. Apakah dia boleh
bekerja dan ikut andil dalam produksi, pembangunan, dan
kegiatan kemasyarakatan? Ataukah dia harus terus-menerus
menjadi tawanan dalam rumah, tidak boleh melakukan aktivitas
apa pun? Sementara kami sering mendengar bahwa agama Islam
memuliakan wanita dan memberikan hak-hak kemanusiaan
kepadanya jauh beberapa abad sebelum bangsa Barat
mengenalnya. Apakah aktivitas yang ia lakukan itu tidak
dapat dianggap sebagai haknya yang akan menjernihkan air
mukanya, sekaligus dapat menjaga kehormatannya agar tidak
menjadi barang dagangan yang diperjualbelikan seenaknya
ketika dibutuhkan atau dikurbankan ketika darurat?

Definisi Do’a

May 19 2009No Commented

Categorized Under: Article, Do'a dan Shalawat

Definisi Do’a
Dalam Al-Quran banyak sekali kata-kata do’a dalam pengertian yang bebeda. Abû Al-Qasim Al-Naqsabandî dalam kitab syarah Al-Asmâ’u al-Husnâ menjelaskan beberapa pengertian dari kata doa.
Pertama, do’a dalam pengertian “Ibadah.” Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106.

Artinya: “Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat kepada engkau.”
Maksud kata berdo’a di atas adalah ber-”ibadah” (menyembah). Yaitu jangan menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan madarat kepadamu.
Kedua, doa dalam pengertian “Istighatsah” (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.

Dasar Hukum dan Dalil-dalil Shalawat

May 19 2009No Commented

Categorized Under: Article, Do'a dan Shalawat

Dasar Hukum dan Dalil-dalil Shalawat
Dibawah ini adalah dalil-dalil tentang shalawat baik dari Al-Quran maupun Al-Hadis Nabi Saw., serta para ulama
AL-QUR’AN
Surat Al-Ahzâb ayat 43:

Artinya: “Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang”.
Surah Al-Ahzâb ayat 56:

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Maksud Allah bershalawat kepada Nabi Saw. adalah dengan memberi rahmat-Nya; bershalawat malaikat kepada Nabi Saw. dengan memintakan ampunan; sedangkan bershalawatnya orang-orang mu’min kepada Nabi Saw. dengan berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan per-kataan “Allâhumma Shalli ‘alâ Muhammad”
Adapun salam kepada Nabi Saw. adalah dengan mengucapkan “Assalâmu Alayka Ayyuh al-Nabiyy.”
Al-Hadits

Artinya: “Bershalawatlah kamu kepadaku, karena sha-lawatmu itu menjadi zakat (penghening jiwa pembersih dosa) untukmu.” (HR. IbnMurdaweh)

Artinya: “Saya mendengar Nabi Saw. Bersabda janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan, dan janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai per-sidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada.” (HR. Al-Nasâ’i, Abû Dâud dan dishahihkan oleh Al-Nawâwî).
Diterangkan oleh Abû Dzar Al-Harawî, bahwa perintah shalawat ini terjadi pada tahun kedua Hijriyah. Ada yang berkata pada malam Isra’ dan ada pula yang berkata dalam bulan Sya’ban. Dan oleh karena itulah bulan Sya’ban dinamai dengan “Syahrush Shalâti” karena dalam bulan itulah turunnya ayat 56, Surah ke-33 Al-Ahzâb.

    • ISLAM DI INDONESIA DAN POTENSINYA
    • Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-Prinsip Hukum dan Keadilan
    • Perang Salib
    • Kairo
    • Hakikat Haji Yang Mabrur Dan Balasanya
    • APAKAH WANITA ITU JAHAT DALAM SEGALANYA?
    • APAKAH MEMAKAI CADAR ITU BID'AH?
    • APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA?
    • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To dele...
    • June 2009
    • May 2009
  • News Info

    • Development Blog 0
    • News Info Islam 0
    • Web Master 0
  • adv 125x125 adv 125x125 adv 125x125 adv 125x125
  • Masukkan Code ini K1-ED59YE-F untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • Sign Uo Now

    Linktiger.com - Broken links finding service
  • Alnect computer Blog Contest



  • widget

Copyright © 2010 – Inspirasi Taubat. Wordpress Theme developed by Web Hosting Fan